6 Rukun Iman Agama Islam

3 min read

Rukun Iman

Rukun Iman adalah: Beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya dan hari kiamat, kemudian serta beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.  Sebagai seorang umat muslim, kita harus mengimani ke enam rukun iman.

Pengertian iman

Iman adalah ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati dan amalan dengan anggota badan. Iman itu akan meningkat dengan melakukan ketaatan, dan menurun dengan melakukan maksiat.

Contoh iman dalam bentuk ucapan lisan adalah: dzikir, do’a, amar ma’ruf nahi munkar, membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Dan dalam bentuk keyakinan hati;  seperti meyakini keesaan Allah dalam Rububiyyah, Uluhiyyah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, keyakinan tentang wajibnya beribadah hanya untuk Allah semata tanpa menyukutukan-Nya dengan suatu apapun dan hal=hal lain yang berhubungan dengan niat.

Dan termasuk dalam kategori iman, perbuatan perbuatan hati, seperti rasa cinta, rasa takut, pasrah,tawakal kepada Allah dan sebagainya. Begitu pula amalan-amalan anggota badan termasuk dalam kategori iman, seperti: shalat, puasa, dan rukun Islam lainnya,berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu dan lain sebagainya.

Pengertian rukun iman

Rukun iman adalah pilar-pilar yang harus ditegakkan oleh umat muslim. Jumlah rukun iman ada 6 (enam). Enam rukun iman ini didasarkan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab.

Baca Juga  Pengertian Tawakal, Dalil-Dalil dan Manfaatnya

Rukun iman

Ada 6 rukun Iman yaitu :

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada para malaikat Allah
  3. Iman kepada kitab kitab Allah
  4. Iman kepada para Rasul Allah
  5. Iman kepada hari akhir/kiamat
  6. Iman kepada qada dan qadar

Rukun iman pertama : Iman kepada Allah

Seseorang tidak dianggap beriman kepada Allah  sehingga meyakini hal-hal berikut ini:

Meyakini bahwa hanya Allah subhanahu  wataala satu-satu-Nya pencipta alam mayapada ini, menguasai, mengatur, mengurus segala sesuatu di dalamnya, memberi rizki, kuasa, menjadikan, mematikan, menghidupkan dan yang mendatangkan manfaat serta madharat. Dia berbuat segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, menghukum sesuai dengan kehendakNya, memuliakan siapa yang dikendaki-Nya dan menghinakan siapa saja yang dikendaki-Nya, ditanganNya semua kekuasaan langit dan bumi, Maha Kuasa atas segala sesuatu, Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak butuh kepada siapapun, bagi-Nya segala urusan, di tangan-Nya semua kebaikan, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak satupun yang bisa menghalangi-Nya.

Semua makhluk; baik malaikat, jin, manusia adalah hamba-Nya, semuanya di bawah kekuasaan, ketetapan dan kehendak-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya tidak terhitung dan tidak terhingga. Semua kekhususan tersebut hanya dimiliki oleh Allah subhanahu wataala, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada yang berhak memiliki sifat-sifat tersebut selain-Nya, dan tidak boleh menisbatkan dan menetapkan sifat sifat tersebut selain kepada siapapun Selain-Nya.

Rukun Iman Kedua : Iman kepada malaikat-malaikat Allah

Beriman kepada malaikat berarti meyakini bahwa  Allah mempunyai Malaikat-malaikat. Allah jadikan mereka dari cahaya, diciptakan untuk senantiasa taat kepada-Nya dan tidak pernah membangkang terhadap apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka, senantiasa mengerjakan semua perintah-Nya, terus-menerus bertasbih kepada Allah siang dan malam, tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali  Allah, dan Allah membebankan kepada mereka berbagai tugas yang berbeda-beda.

Baca Juga  10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Diketahui

Rukun iman ketiga : iman kepada kitab kitab Allah

Beriman dengan semua kitab yang diturunkan kepada para rasul merupakan rukun ketiga dari rukun iman yang enam. Allah telah mengutus para Rasul dengan membawa kebenaran yang nyata, dan Dia turunkan bersama mereka kitab-kitab sebagai rahmat bagi hambaNya dan sekaligus sebagai petunjuk bagi mereka demi tercapainya kebahagiaan hidup dunia dan akhirat, dan sebagai pedoman hidup dan hakim antara mereka dalam masalah-masalah yang mereka perselisihkan.

Rukun Iman Keempat : Beriman kepada Rasul Rasul Allah

Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman,  dimana tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada para rasul.  Maksud beriman kepada rasul adalah: meyakini secara pasti bahwa Allah subhanahu wataala mempunyai rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah untuk menyampaikan risalah-Nya.

Barangsiapa mengikuti mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang mengingkarinya maka tersesat. Dan mereka para rasul telah menyampaikan semua yang telah diturunkan Allah kepada mereka secara jelas. Mereka telah menunaikan semua amanah, membimbing umat dan berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya.

Kita wajib beriman dengan semua rasul baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebutkan, dan setiap rasul yang datang pasti membawa berita tentang kedatangan rasul setelahnya dan rasul yang datang sesudahnya membenarkan rasul-rasul sebelumnya. Dan Rasul yang terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.

Rukun kelima : Iman kepada hari kiamat

Beriman kepada hari akhirat adalah meyakini akan berakhirnya kehidupan dunia ini dan setelah itu akan memasuki alam lain, dimulai dengan kematian dan kehidupan alam kubur untuk kemudian terjadinya hari kiamat dan selanjutnya adalah kebangkitan (dari kubur), dikumpulkan di padang mahsyar dan diputuskan ke surga atau neraka.

Baca Juga  Pengertian Iman Kepada Hari Kiamat

Ketika Jibril datang kepada rasulullah dan bertanya:  “ Beritahukan kepadaku tentang Iman? Beliau menjawab:  “Kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitabkitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhirat, dan kamu mengimani taqdir baik ataupun buruk.” (HR. Muslim).

Termasuk yang wajib diimani, adalah mengimani mukaddimah-mukaddimah datangnya hari akhir ini sebagaimana yang diberitakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berupa tanda-tanda hari kiamat.

Rukun iman keenam : iman kepada Qada dan Qadar

Taqdir adalah: Ketentuan Allah untuk seluruh yang ada sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Taqdir ini kembali kepada kudrat (kekuasaan) Allah, sesungguhnya Dia atas segala sesuatu maha kuasa, dan berbuat apa yang dikehendaki-Nya.  Iman kepada taqdir merupakan bagian dari iman kepada Allah subhanahu wataala dan merupakan salah satu dari rukun iman yang tidak akan sempurna keimanan seseorang tanpanya.

Rukun iman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *