Perbedaan BPUPKI dan PPKI

2 min read

perbedaan bpupki dan ppki

Berbincang tentang kemerdekaan bangsa ini tentunya merupakan hal yang menarik. Selama mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, berdiri 2 badan bentukan jepang yang berfungsi untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan tata kelola negara Indonesia yang baru lahir. 2 badan tersebut adalah BPUPKI dan PPKI. Banyak yang menyangka 2 badan tersebut adalah sama, kali ini sumberilmu.org akan menjelaskan perbedaan antara 2 badan tersebut.

Pembentukan

Waktu Pembentukan

Perbedaan utama BPUPKI dan PPKI dapat dilihat dari tanggal dibentuknya.

  • Waktu Pembentukan BPUPKI

Pada tanggal 1 Maret 1945 BPUPKI dibentuk, tepat ketika Jepang mulai menyadari bahwa kondisi mereka sudah terpojok dan semakin kritis setelah sekutu membombardir kota Saipan.

  • Waktu Pembentukan PPKI

Pada tanggal 7 Agustus 1945 PPKI dibentuk, Setelah kota Hirosima dan Nagasaki dibom oleh sekutu. Karena 2 kota tersebut sebagai kota pusat perekonomian Jepang.

Latar Belakang Pembentukan

Setelah beberapa kali kalah dalam perang kondisi Jepang semakin terpuruk dengan Sekutu, Jepang kemudian menjanjikan akan memberikan kemerdekaan pada negara-negara yang dijajahnya, termasuk Indonesia.

  • Latar Belakang Pembentukan BPUPKI

Latar belakang dibentuknya BPUPKI adalah karena dibutuhkan lembaga yang bertugas untuk merencanakan dan merancang setiap hal-hal yang bersangkutan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. BPUPKI bisa dikatakan sebagai angin segar bagi bangsa Indonesia yang sangat memimpikan kemerdekaan. Tetapi itu bukanlah hadiah murni yang berasal dari hati Jepang. Karena tujuan sebenarnya dari Jepang adalah untuk memikat hati rakyat Indonesia agar kekuasaannya tetap bertahan dan untuk melaksanakan politik kolonial.

  • Latar Belakang Pembentukan PPKI

Pada bulan Agustus 1945, Jepang semakin terancam dan rawan serangan oleh sekutu. Atas persetujuan Komando Tertinggi Jepang untuk Asia Tenggara pada tanggal 7 Agustus 2017 di Saigon Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dibentuk. PPKI dibentuk untuk menggantikan BPUPKI dalam rangka mewujudkan janji kemerdekaan Indonesia oleh pemerintah Jepang.

Baca Juga  10 Nama Malaikat dan Tugasnya yang Wajib Diketahui

Perbedaan Tugas dan Hasil Kerja

Perbedaan selanjutnya dari BPUPKI dan PPKI adalah dari tugasnya.

Tugas BPUPKI

Tugas utama BPUPKI yaitu mempelajari dan menyelidiki hal yang berkaitan dengan persiapan kemerdekaan Indonesia dan pengelolaan pemerintahan Indonesia. Penjabaran tugasnya sebagai berikut :

  • Merencang dan menyusun Dasar Negara Indonesia.
  • Membentuk reses dalam waktu kurang lebih satu bulan.
  • Membentuk panitia kecil atau panitia sembilan yang bertugas untuk menampung konsep serta saran-saran dasar negara dari para anggotanya.
  • Membantu panitia kecil dan juga panitia sembilan.
  • Panitia sembilan membuat Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Tugas PPKI

Sementara tugas utama dari PPKI cenderung melanjutkan kerja BPUPKI dan mempersiapkan pemindahan kekuasaan dari pihak Jepang ke pihak Bangsa Indonesia. Penjabaran tugasnya sebagai berikut :

  • Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Memilih serta mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden Indonesia pertama dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden.
  • Mendirikan Komite Nasional yang bertugas untuk membantu Presiden dan Wakilnya sebelum dibentuknya DPR dan MPR.

Keanggotaan

Perbedaan lainnya dari BPUPKI dan PPKI jugadapat dilihat dari keanggotaannya, dikarenakan alasan dibentuknya berbeda namun masih memiliki tujuan yang sama.

Anggota BPUPKI

BPUPKI beranggotakan 67 orang, 60 di antaranya adalah tokoh utama pergerakan nasional dan sementara 7 lainnya adalah orang Jepang. BPUPKI diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

BPUPKI sendiri memiliki anggota 60 orang, sebagai berikut :

  1. Ir. Soekarno
  2. Mr. Muhammad Yamin
  3. Dr. R. Kusumah Atmaja
  4. R.Abdulrahim Pratalykrama
  5. R. Aris
  6. K. H. Dewantara
  7. K.Bagus H.Hadikusuma
  8. M.P.H. Bintoro
  9. A.K. Moezakir
  10. B.P.H. Poerbojo
  11. R.A.A. Wiranatakoesoema
  12. Ir.R. Asharsoetedjo Moenandar
  13. Oeij Tjiang Tjoei
  14. Drs. Moh. Hatta
  15. Oey Tjong Hauw
  16. H. Agus Salim
  17. M.Soetardjo kartohadikusumo
  18. R.M.Margono Djojohadikusumo
  19. K.H. Abdul Halim
  20. K.H. Masjkoer
  21. R. Soedirman
  22. Prof. Dr. P.A.H. Djayadiningrat
  23. Prof. Dr. Soepomo
  24. Prof. Ir. Roeseno
  25. Mr. R.P. Singgih
  26. Mr.Ny. Maria Ulfah Santoso
  27. R.M.T. A. Soejo
  28. R. Ruslan Wongsokusumo
  29. R. Soesanto tirtoprodjo
  30. Ny. R.S.S. Soemario
  31. Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
  32. Liem Koen Hian
  33. Mr. J. Latuharhary
  34. Mr. R. Hindromartono
  35. R. Soekardjo Wirjopranoto
  36. Hadji Ah. Sanoesi
  37. A.M. dasaat
  38. Mr. Tan Eng Hoa
  39. Ir.R.M.P. soerachman
  40. R.A.A. Soemitro Kolopaking Tjokroadisurjo
  41. K.R.M.T.H. Woeryaningrat
  42. Mr. A. Soebardjo
  43. Prof. Dr. R. Djenal Asiki Widjayakoesoema
  44. Abikoesno
  45. Parada Harapan
  46. Mr. R.M. Sartono
  47. K.H.M. Mansoer
  48. K.R.M.A. sosrodiningrat
  49. Mr. Soewandi
  50. K.H.A. Wachid Hasyim
  51. P. F. Dahler
  52. Dr. Soekiman
  53. Mr. K.R.M.T. Wongsonegoro
  54. R. Oto Iskandar Dinata
  55. A. Baswedan
  56. Abdul Kadir
  57. Dr. Samsi
  58. Mr. A.A. Maramis
  59. Mr. Samsoedin
  60. Mr. R.Sastromoeljono
Baca Juga  Politik Pintu Terbuka

7 Anggota dari jepang tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Matuura matukiyo.
  2. Moyano syoozoo.
  3. Tanaka minoru.
  4. Tokonami tokuzi.I
  5. tagaki masumitu.
  6. Masuda toyohiko.
  7. Idee teitero.

Anggota PPKI

Susunan awal anggota PPKI adalah 21 orang, yakni 3 orang dari Sumatra, 12 orang dari Jawa, 2 orang dari Sulawesi, 1 orang dari Kalimantan, 1 orang dari Maluku dan 1 orang dari Nusa Tenggara .

Susunan awal anggota PPKI adalah sebagai berikut :

  1. Ir. Soekarno (Ketua).
  2. Drs. Moh. Hatta (Wakil Ketua).
  3. Prof. Mr. Dr. Soepomo (Anggota).
  4. KRT Radjiman Wedyodiningrat (Anggota).
  5. R. P. Soeroso (Anggota).
  6. Soetardjo Kartohadikoesoemo (Anggota).
  7. Kiai Abdoel Wachid Hasjim (Anggota).
  8. Ki Bagus Hadikusumo (Anggota).
  9. Otto Iskandardinata (Anggota).
  10. Abdoel Kadir (Anggota).
  11. Pangeran Soerjohamidjojo (Anggota).
  12. Pangeran Poerbojo (Anggota).
  13. Dr. Mohammad Amir (Anggota).
  14. Mr. Abdul Maghfar (Anggota).
  15. Mr. Teuku Mohammad Hasan (Anggota).
  16. Dr. GSSJ Ratulangi (Anggota).
  17. Andi Pangerang (Anggota).
  18. A. H. Hamidan (Anggota).
  19. Goesti Ketoet Poedja (Anggota).
  20. Mr. Johannes Latuharhary (Anggota).
  21. Drs. Yap Tjwan Bing (Anggota).

Tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan PPKI bertambah 6 orang, yaitu :

  1. Achmad Soebardjo (Penasehat).
  2. Sajoeti Melik (Anggota).
  3. Ki Hadjar Dewantara (Anggota).
  4. R. A. A. Wiranatakoesoema (Anggota).
  5. Kasman Singodimedjo (Anggota).
  6. Iwa Koesoemasoemantri (Anggota).

Itulah penjelasan dari perbedaan BPUPKI dan PPKI. Saya harap artikel ini dapat membantu teman-teman sekalian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *