Cara Klasifikasi dan Tata Nama Ilmiah

2 min read

klasifikasi dan tata nama ilmiah
klasifikasi dan tata nama ilmiah

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri-ciri tertentu.
Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup.

Tingkat Taksonomi

Tingkat taksonomi atau disebut juga tingkat pengelompokkan. Tingkat ini disusun oleh kelompok atau takson dari kelompok yang umum sampai kelompok yang khusus, dengan urutan tingkatan seperti di bawah ini:

  1. Regnum/Kingdom (Dunia/Kerajaan)
  2. Divisio/Phyllum (Tumbuhan/Hewan)
  3. Classis (Kelas)
  4. Ordo (Bangsa)
  5. Familia (Suku)
  6. Genus (Marga)
  7. Species (Jenis)

Tata Nama

Dalam memberikan nama pada makhluk hidup, kita mengenal 2 jenis nama. Yaitu nama daerah seperti anjing dan nama ilmiah seperti canine. Nama daerah hanya diketahui oleh penduduk di sekitar daerah situ saja. Sedangkan nama ilmiah digunakan sebagai alat komunikasi ilmiah di seluruh dunia dengan bahasa latin/yang dilatinkan. Setiap organisme hanya mempunyai satu nama ilmiah yang sah.

Cara Pemberian Nama Jenis:

Sistem tata nama yang digunakan biasa disebut binomial nomenclatur yaitu pemberian nama jenis/spesies dengan menggunakan 2 kata.

Contohnya: Padi menjadi Oryza Sativa

Caranya:

Kata depan               : nama marga (genus)

Kata belakang         : nama petunjuk spesies (spesies epithet)

Sistem penamaan binomial nomenclatur dipopulerkan oleh Carolus Linnaeus

Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa dan Famili:

  1. Nama kelas adalah nama genus + ae.

Misal: Equisetum + nae akan menjadi kelas Equisetinae.

  • Nama ordo adalah nama genus + ales.

Misal: Zingiber + ales, akan menjadi ordo Zingiberales

  • Nama famili adalah nama genus + aceae

Misal: Canna + aceae akan menjadi famili Cannacea

Aturan pemberian nama binomial nomenclatur adalah sebagai berikut:

  • Nama Spesies terdiri dari dua kata. Kata pertama adalah nama genus, sedangkan kata kedua adalah penunjuk spesies (Epitheton Specifum)
  • Huruf pertama nama genus ditulis huruf kapital, tapi huruf pertama penunjuk spesies atau jenis menggunakan huruf kecil
  • Nama spesies menggunakan bahasa latin/yang dilatinkan
  • Nama spesies harus berbeda penulisannya dengan huruf-huruf lainnya (bisa garis bawah, miring, atau lainnya)
  • Jika nama spesies tumbuhan terdiri dari dua kata atau lebih, maka kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung
  • Jika nama spesies hewan terdiri dari tiga kata, maka kata ke tiga tersebut bukan nama spesies, tapi nama subspesies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah spesies
  • Nama spesies juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, contohnya jagung (Zea Mays L.). Huruf L tersebut adalah inisial Linnaeus
Baca Juga  Politik Pintu Terbuka

Pada tahun 1969 Seorang ahli ekologi tanaman terkemuka di Amerika R.H. Whitaker, mengelompokkan makhluk hidup ke dalam 5 kerajaan/kingdom:

  1. Kingdom Monera

Monera adalah golongan organisme yang memiliki sifat prokariotik (inti sel tidak memiliki selaput inti). Kingdom ini dibagi ke dua golongan yaitu:

  • Golongan Bakteri (Schizophyta/Schizomycetes)
  • Golongan Ganggang Biru (Cyanophyta)
  • Kingdom Protista

Protista adalah organisme yang memiliki sifat eukariotik (inti sel sudah memiliki selaput inti). Terbentuknya Kingdom ini karena diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan karena adanya organisme-organisme yang memiliki ciri tumbuhan (memiliki klorofil) tapi juga memiliki ciri hewan (dapat bergerak). Yang termasuk pada Kingdom ini adalah:

  • Protozoa
  • Ganggang bersel satu
  • Kingdom Fungi (Jamur)

Fungi adalah organisme bersel satu (uniseluler) dan bersel banyak (multiseluler) yang tidak berklorofil. Fungi multiseluler bisa membentuk benang-benang yang disebut hifa. Semua anggota Kingdom ini memiliki sifat heterotrof. Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi:

  • Oomycotina
  • Zygomycotina
  • Ascomycotina
  • Basidiomycotina
  • Deuteromycotina
  • Kingdom Plantae (Tumbuhan Hijau)

Organisme ini meliputi organisme bersel banyak (multiseluler) dan sel-selnya memiliki dinding sel. Hampir semua anggota berklorofil sehingga sifatnya autotrof. Yang termasuk ke dalam Kingdom ini yaitu:

  • Ganggang bersel banyak
  • Lumut (Bryophyta)
  • Paku-pakuan (Pteridophyta)
  • Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)
  • Kingdom Animalia (Hewan)

Organisme ini meliputi organisme yang memiliki banyak sel, yang mana sel-selnya tidak berdinding dan tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof. Yang termasuk dalam Kingdom animalia adalah:

  • Porifera
  • Coelenterata
  • Platyhelminthes
  • Nemathelminthes
  • Annelida
  • Echinodermata
  • Arthropoda
  • Chordata

Demikian lah artikel dari kami, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan sekalian, terima kasih karena sudah mengunjungi https://sumberilmu.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *